Doa di Bundaran Besar, Muki dan Pewarna Kalteng Ajak Warga Pulihkan Dampak Karhutla
KABAR HARIAN


Seruan Pemulihan dari Bundaran Besar
Muki dan Pewarna Kalimantan Tengah menggelar doa bersama di Bundaran Besar sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini membawa pesan agar masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak bersama-sama mendoakan pemulihan wilayah yang terdampak serta mengambil langkah nyata untuk mencegah kebakaran berulang.
Doa bersama menjadi ruang untuk menyampaikan keprihatinan atas bencana yang mengancam lingkungan dan kehidupan masyarakat. Karhutla dapat merusak ekosistem, mengganggu kesehatan akibat asap, serta memengaruhi kegiatan sehari-hari dan mata pencaharian warga. Karena itu, pemulihan perlu dipahami secara luas, bukan hanya sebagai upaya mengembalikan kondisi lahan, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Menguatkan Kepedulian dan Kebersamaan
Pemilihan Bundaran Besar sebagai lokasi kegiatan menjadikan seruan tersebut hadir di ruang publik. Melalui doa bersama, Muki dan Pewarna Kalteng mengajak warga untuk menaruh perhatian pada kondisi lingkungan sekaligus menunjukkan solidaritas kepada mereka yang merasakan dampak karhutla. Pesan yang disampaikan tidak berhenti pada keprihatinan, melainkan mengingatkan bahwa kepedulian perlu diteruskan dalam tindakan.
Kebersamaan masyarakat memiliki peran penting dalam menghadapi bencana. Warga dapat saling berbagi informasi, mengikuti imbauan keselamatan, dan segera melaporkan indikasi kebakaran kepada pihak berwenang. Di sisi lain, upaya penanganan juga membutuhkan koordinasi berbagai unsur, termasuk petugas, pemerintah daerah, komunitas, dan organisasi masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, respons terhadap titik api maupun kebutuhan warga terdampak dapat dilakukan secara lebih terarah.
Pemulihan Harus Berjalan Beriringan dengan Pencegahan
Seruan pemulihan dari karhutla juga menjadi pengingat bahwa penanganan setelah kebakaran saja tidak cukup. Pencegahan perlu diperkuat melalui pengelolaan lahan yang bertanggung jawab, kewaspadaan saat kondisi kering, serta edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Langkah-langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan melindungi kawasan yang rentan.
Ketika kebakaran telah terjadi, pemulihan lingkungan memerlukan perhatian berkelanjutan. Kondisi lahan perlu Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Tengah, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Wilayah Kalimantan Tengah menggelar doa bersama untuk memohon pertolongan Tuhan agar hujan segera turun dan karhutla dapat dipadamkan.
Kegiatan bertajuk “Doa Bersama Minta Pertolongan Tuhan Turunkan Hujan untuk Padamkan Karhutla Kalimantan Tengah” tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026), mulai pukul 05.30 WIB, di kawasan Bundaran Besar, tepatnya di sekitar Tugu Talawang, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini didukung oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA INDONESIA) Pengurus Daerah Kalimantan Tengah.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian umat Kristiani terhadap bencana karhutla yang berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sehari-hari. Para peserta memanjatkan doa agar hujan segera turun, kebakaran dapat dikendalikan, serta masyarakat Kalimantan Tengah kembali menikmati udara yang bersih dan sehat.
Ev. Hardyanto Dede Bawakan Lagu “Pulihkan Negeri Kami”
Suasana doa bersama semakin bermakna dengan kehadiran Ev. Hardyanto Dede yang secara khusus membawakan lagu ciptaannya berjudul “Pulihkan Negeri Kami.”
Lagu tersebut diciptakan untuk Kalimantan Tengah di tengah bencana karhutla yang melanda sejumlah wilayah. Melalui lantunan lagu tersebut, tersampaikan doa, harapan, dan kerinduan agar alam Kalimantan Tengah kembali pulih, hujan membasahi bumi, serta masyarakat terbebas dari ancaman kabut asap.
Lagu “Pulihkan Negeri Kami” juga menjadi ungkapan kepedulian spiritual terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Momentum ini sekaligus mengajak berbagai elemen untuk memperkuat solidaritas dan mengambil bagian dalam upaya menghadapi dampak karhutla.
Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Usai Berdoa, MUKI dan PEWARNA Bagikan Masker
Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial berupa pembagian masker kepada masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Besar, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Istana Isen Mulang.
Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tetap beraktivitas di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla. Aksi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap, meskipun masker biasa tidak sepenuhnya melindungi pemakainya dari seluruh polutan berbahaya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap dampak karhutla perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, selain melalui doa dan dukungan moral.
MUKI Wilayah Kalimantan Tengah bersama PEWARNA INDONESIA Pengurus Daerah Kalimantan Tengah berharap karhutla segera berakhir, kualitas udara berangsur membaik, dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan lebih aman.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk terus memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta mendukung langkah-langkah penanggulangan karhutla.
Doa dan aksi sosial tersebut menjadi ungkapan harapan agar Kalimantan Tengah segera pulih dari bencana karhutla dan kabut asap.
Dilaporkan oleh Endharmoko/Ida dengan tepat agar fungsi ekosistem dapat berangsur pulih. Pada saat yang sama, warga yang terdampak membutuhkan dukungan sesuai kebutuhan, terutama apabila asap atau kerusakan lingkungan mengganggu kesehatan dan aktivitas mereka. Setiap upaya sebaiknya mempertimbangkan kondisi setempat dan melibatkan pihak yang memahami karakter wilayah.
Doa sebagai Awal dari Tindakan Nyata
Kegiatan yang digelar Muki dan Pewarna Kalteng menegaskan bahwa doa dapat menjadi sumber penguatan sekaligus pengingat akan tanggung jawab bersama. Harapan bagi pemulihan perlu disertai kepedulian sehari-hari, kepatuhan pada langkah pencegahan, dan dukungan terhadap penanganan karhutla. Dengan kerja sama yang konsisten, masyarakat dapat ikut menjaga lingkungan Kalimantan Tengah dan membantu mengurangi risiko bencana serupa pada masa mendatang.
"Mari Sebarkan Kebaikan Bersama"
Ketentuan Umum
