"Cancer Free": Keajaiban Tuhan di Tengah Vonis Kanker Pankreas
SOLUSI


Bagi banyak orang, vonis kanker pankreas terdengar seperti titik akhir. Namun, bagi Pak Surya, perjalanan medis yang mengerikan di tahun 2021 justru menjadi panggung bagi kemuliaan Tuhan yang nyata. Melalui iman, doa, dan ketaatan, ia menyaksikan bagaimana janji Tuhan mengalahkan statistik medis yang paling kelam sekalipun.
Awal Badai yang Tak Terduga
Segalanya bermula pada Juni 2021, saat Pak Surya sering merasa berdahak dan mengira itu hanyalah gangguan lambung biasa. Namun, hasil pemeriksaan darah menunjukkan angka SGOT dan SGPT yang melonjak drastis hingga mencapai 600. Setelah menjalani prosedur pembukaan saluran empedu (stent) di Jakarta, hasil biopsi menunjukkan adanya keganasan, meskipun hasilnya masih dianggap tidak konklusif.
Di tengah situasi COVID-19 yang menutup akses ke Singapura, pintu perlahan terbuka menuju Amerika Serikat. Di Rumah Sakit Cedars-Sinai, Los Angeles, vonis itu menjadi jelas: positif kanker pankreas.
Janji yang Melampaui Ketakutan
"Saya takut sekali karena saya tahu kanker pankreas itu sangat mematikan," kenang Pak Surya. Namun, di tengah ketakutan itu, Tuhan berbicara melalui istrinya. Roh Kudus memberikan pesan yang kuat sebanyak dua kali: "Umurnya akan panjang".
Keyakinan ini diperkuat oleh firman Tuhan dalam Mazmur 91:16: “Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan keselamatan yang daripada-Ku”. Janji inilah yang menjadi sauh bagi psikologi selama menjalani pengobatan.
Perlindungan di Tengah Kemoterapi
Dokter memperingatkan Pak Surya tentang lima efek samping berat dari kemoterapi keras yang akan dijalaninya: mual muntah hebat, mati rasa pada tangan (kebas), gangguan penglihatan sinar biru, kehilangan keseimbangan, dan kerontokan rambut total.
Sebagai langkah iman, Pak Surya memutuskan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan lebih sungguh-sungguh. Setiap pagi pukul 05.00, ia berdoa dengan penuh hormat, bahkan mengenakan pakaian formal (jas dan dasi) sebagai bentuk penyembahan kepada Sang Raja. la juga rutin melakukan perjamuan kudus setiap Jumat hingga Minggu untuk memperkuat fisik
dan mentalnya.
Hasilnya sungguh ajaib. Dari lima efek samping yang menakutkan, Pak Surya hampir tidak mengalami satupun. la tidak muntah, tidak kehilangan keseimbangan, dan rambutnya tidak sampai gundul-persis seperti yang ia doakan. Bahkan, di hari Minggu setelah sesi kemoterapi yang panjang, ia merasa begitu kuat hingga mampu berjalan mengelilingi taman sebanyak tujuh putaran.
Mimpi dan Konfirmasi Ilahi
Setelah sesi kemoterapi kedua, Pak Surya mendapatkan mimpi yang sangat spesifik. la menerima sebuah bungkusan yang terasa panas dengan tulisan "FREE". Di dalam mimpinya, ia langsung mengerti bahwa itu berarti "Cancer Free" (bebas dari kanker). Meskipun dokter onkologinya saat itu menegaskan bahwa tidak ada pasien yang bisa sembuh hanya dengan kemo tanpa operasi, Pak Surya tetap memegang teguh pesan tersebut.
Pada 26 Januari 2022, Pak Surya menjalani operasi besar selama 8,5 jam. Lima hari kemudian, seorang penginjil meneleponnya dan menyampaikan pesan dari Tuhan melalui seorang penginjil dari Amerika, bahwa ia akan pulang malam itu juga, tidak akan merasakan sakit, dan kaki kirinya yang lemah akan dikuatkan.
Secara medis, suster meragukan ia bisa pulang karena banyaknya selang yang masih terpasang. Namun, pada sore harinya, dokter datang dan menyatakan hasil darahnya sangat bagus sehingga ia diperbolehkan pulang. Lebih luar biasa lagi, dokter onkologinya memeriksa bekas operasi dan berkata, "Ini indah... kamu cancer free, Surya". Kata-kata itu menjadi konfirmasi yang tepat atas mimpi yang ia terima sebelumnya.
Hidup dalam Kasih Karunia
Pak Surya akhirnya kembali ke Indonesia pada Juni 2022 setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program kemonya. Kesaksiannya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di hadapan Tuhan, tidak ada vonis yang mutlak.
"Semuanya itu hanyalah kasih karunia," tutup Pak Surya. Melalui perjalanan ini, kita diingatkan bahwa saat kita berserah penuh dan memegang janji firman-Nya, Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara yang jauh melampaui logika manusia.
Punya pergumulan serupa? Mari percaya bahwa Tuhan yang menolong Pak Surya adalah Tuhan yang sama yang sedang menyertai Anda hari ini.
Keluarga Besar Bp Surya
Surya Supeno (suami)
Catarina Dewi Kumarini S. (Istri)
(Anak anak)
1.Jonathan Supeno
2.Clara Kumarini Supeno
3.Laura Anabelle Supeno
4.Cristopher David Supeno


"Mari Sebarkan Kebaikan Bersama"
Ketentuan Umum
