Keluarga Krisis, Iman Jadi Benteng: Seminar Natal Nasional Bahas Kekuatan Nyata Tuhan dan Solidaritas Lintas Agama.

Seminar Nasional menyambut Natal Nasional 2025 ini menekankan peran iman sebagai kekuatan nyata untuk mengatasi krisis keluarga di Indonesia. Hadir sebagai pembicara utama, Maruarar Sirait dan sejumlah tokoh lintas agama serta pejabat negara membahas berbagai tekanan pada keluarga modern, dari masalah ekonomi hingga nilai. Seminar juga mengumumkan serangkaian program kemanusiaan nyata dari panitia Natal Nasional 2025. Yang menarik, kegiatan ini menunjukkan solidaritas lintas agama, dengan dukungan dari berbagai kalangan, menegaskan semangat aksi bersama untuk kemanusiaan tanpa memandang latar belakang.

KABAR HARIAN

Albert M.

1/4/20262 min baca

Jakarta- Pada Seminar Nasional menyambut Natal Nasional 2025, Ketua Umum Natal Nasional Maruarar Sirait menegaskan bahwa kehadiran Tuhan adalah kekuatan konkret, bukan sekadar konsep, untuk menghadapi berbagai krisis keluarga Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di hadapan ratusan tamu undangan dari berbagai latar belakang di Aula STFT Jakarta.

Sirait, yang juga Menteri Perumahan Kawasan Permukiman, menguraikan tekanan berat yang dihadapi keluarga modern, mulai dari masalah relasi, ekonomi, pinjaman online, narkoba, hingga krisis nilai. "Jawabannya hanya satu: Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga," tegasnya, mengutip tema Natal Nasional 2025.

Seminar yang dimoderatori oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty ini menghadirkan pembicara kunci seperti Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi. Mereka bersama para ahli lainnya mendalami urgensi memperkuat fondasi keluarga.

Menteri Agama menyoroti pentingnya norma dan relasi emosional dalam keluarga, mengutip statistik pernikahan di Indonesia. Sementara Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, mengingatkan pentingnya interaksi berkualitas seperti makan dan berbincang bersama untuk perkembangan anak.

Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Koordinator Seminar, menekankan bahwa keluarga yang kuat adalah pondasi gereja dan bangsa yang kokoh.

Dalam kesempatan ini, panitia juga memaparkan program nyata Natal Nasional 2025 yang berdampak nasional, termasuk:

Bantuan pendidikan untuk 1.000 generasi muda.

Distribusi 20.000 Alkitab dan 1.000 kursi roda.

Pengadaan 35 unit mobil ambulans.

Pembangunan 2 jembatan gantung di Papua dan gedung pendidikan di Wamena.

Yang menonjol adalah semangat solidaritas lintas iman. Panitia menerima dukungan signifikan dari umat Muslim (Rp10 miliar) dan Buddha (Rp5 miliar plus 20.000 paket sembako), yang akan didistribusikan untuk kemanusiaan tanpa memandang agama.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kasih Kristus melintasi sekat agama. Mengasihi sesama adalah iman yang diuji dalam tindakan," pungkas Maruarar Sirait, menutup seminar dengan penekanan pada aksi nyata dan kepedulian global, termasuk perhatian kepada rakyat Palestina.