Natal dan Tahun Baru Berjalan Aman, Wakil MUI dan Ketua FKUB DKI Jakarta Apresiasi Polri
Wakil Ketua MUI DKI Jakarta yang juga Ketua FKUB DKI Jakarta, KH. Yusuf Aman, M.A., mengapresiasi kinerja aparat Polri, TNI, dan Pemda dalam menjaga keamanan dan toleransi selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menyoroti sinergi dan mediasi yang dilakukan untuk mencegah konflik, serta menyambut baik perayaan Tahun Baru yang sederhana sebagai bentuk solidaritas bagi korban bencana.
KABAR HARIAN


Jakarta - Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, KH. Yusuf Aman, M.A., memberikan apresiasi kepada aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal ini terkait dengan situasi yang terjaga selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tanpa munculnya masalah intoleransi.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara FKUB DKI beserta jajarannya dengan aparat Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam menjaga agar perayaan Natal berlangsung aman dan tanpa gangguan," jelas KH. Yusuf Aman dalam pernyataan persnya, Kamis (1/1/2025).
Yusuf Aman menyebutkan bahwa FKUB, mulai dari tingkat bawah hingga pusat di Jakarta, turun langsung memantau kegiatan sejak menjelang Natal sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta. FKUB aktif mengidentifikasi isu-isu yang berpotensi menimbulkan polemik, seperti terkait lokasi rumah ibadah tertentu.
"Kami menampung aspirasi dari berbagai pihak, bekerja sama dengan Kelurahan, Kecamatan, serta aparat Polri mulai dari tingkat Polsek dan Polres untuk melakukan mediasi. Kami juga menyampaikan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama agar masyarakat saling menghormati," paparnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa perayaan Natal tahun ini berjalan tanpa gangguan apa pun. Hal ini, menurutnya, berkat peran serta kerja keras aparat TNI dan Polri dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru yang damai.
"Insiden teror seperti tahun-tahun sebelumnya sudah nol. Semoga ke depan, paham-paham yang sebenarnya tidak sesuai dengan ajaran agama, khususnya Islam yang rahmatan lil'alamin, tidak lagi muncul dan kerukunan justru lebih dirasakan oleh semua umat," tandasnya.
Yusuf Aman juga mengapresiasi suasana peringatan Malam Tahun Baru yang lebih sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera. Instruksi Gubernur DKI Jakarta yang disambut baik oleh Kapolri untuk tidak menggelar pesta kembang api dinilainya sangat tepat.
"Ini menjadi 'vitamin' bagi saudara-saudara kita korban bencana, bahwa kita sebagai sesama anak bangsa ikut berprihatin. Doa dan donasi yang didorong oleh semua pihak diharapkan dapat meringankan beban mereka," tambahnya.
Sebagai penutup, KH. Yusuf Aman, M.A., menyampaikan harapannya: "Semoga bangsa kita semakin maju dan kuat di tengah tantangan keberagaman."
